Skip to main content

Babak Baru Pengabdian: Estafet Inovasi dari Grabag ke Tegalrejo

 


Tepat per tanggal 1 Maret 2021, langkah pengabdian saya di dunia pertanian Kabupaten Magelang memasuki babak baru. Setelah bertahun-tahun merajut inovasi dan mendampingi petani di Kecamatan Grabag, kini saya resmi mengemban amanah di BPP Kecamatan Tegalrejo.

Perpindahan ini bukan sekadar mutasi administratif, melainkan sebuah estafet perjuangan untuk terus mengintegrasikan Dunia Pertanian dengan Sentuhan Teknologi Informasi (IT).

Sambutan Hangat di Rumah Baru (BPP Tegalrejo)

Saya merasa sangat bersyukur diterima dengan tangan terbuka oleh rekan-rekan penyuluh di BPP Tegalrejo, di bawah kepemimpinan Koordinator Ibu Binti Wahyuni, SP. Atmosfer kolaborasi yang positif ini menjadi modal utama bagi saya untuk segera tancap gas.

Jika sebelumnya di Grabag saya jatuh bangun membina Desa Sugihmas dan Desa Giriwetan, kini tanggung jawab baru berada di pundak saya untuk dua wilayah binaan di Tegalrejo:

  1. Desa Soroyudan

  2. Desa Sidorejo

Membawa "Ransel Digital" ke Medan Tugas Baru

Pengalaman saya sebagai IT Developer tidak akan saya tinggalkan di Grabag. Setiap tantangan di Desa Soroyudan dan Sidorejo akan saya bedah dengan kacamata yang sama: Analisis Data dan Efisiensi Digital.

Saya percaya bahwa setiap wilayah memiliki karakter unik. Namun, prinsip "Mandiri, Maju, Berpengaruh" yang saya bawa sejak 2010 tetap menjadi kompas utama. Inovasi-inovasi yang telah sukses di tempat lama akan saya adaptasi, sementara solusi-solusi baru siap saya luncurkan sesuai dengan kebutuhan spesifik petani di Tegalrejo.

Quote Pengabdian: "Bagi seorang penyuluh, berpindah wilayah tugas berarti memperluas bentang manfaat. Di Tegalrejo, saya tidak hanya membawa pupuk dan benih, tapi juga membawa barisan kode dan sistem untuk memudahkan hidup petani."

Popular Posts

LCS Tool Penyuluh: Otomatisasi Laporan Diseminasi Digital PPL

Tahun 2026 membawa babak baru bagi sejarah Penyuluhan Pertanian di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, sektor pertanian menjadi fokus utama, dan kami para penyuluh resmi beralih status menjadi ASN Pusat di bawah naungan langsung Kementerian Pertanian. Khususnya perubahan ini adalah tugas yang semakin padat dan dinamis. Salah satu tugas harian kami adalah melakukan penderasan informasi pertanian melalui media sosial (LCS: Like, Comment, Share ) guna memasyarakatkan pergerakan pertanian nasional. Masalah: Diseminasi Online Pertanian vs Administrasi Pelaporan Manual Secara teknis, setiap hari penyuluh harus membuka platform diseminasi, melakukan dukungan pada konten konten tertentu (BPPSDMP, Kementan, dll), mengambil bukti screenshot , dan menyusunnya ke dalam tabel laporan bulanan. Jika manual dikerjakan: Membuka banyak konten satu demi satu. Melakukan screenshot berulang kali (Like, Komen, Share). Mengelola puluhan gambar di galeri yang tercampur aduk. Menyusunnya ke d...

Sinergi Agronomi dan Teknologi: Membangun Masa Depan Pertanian di AMTS Digital Hub

  Halo sobat tani dan rekan-rekan penggiat teknologi! Selamat datang di postingan perdana AMTS Digital Hub . Melalui blog ini, saya ingin berbagi sebuah visi tentang bagaimana dunia pertanian yang konvensional bisa bersinergi dengan kemajuan Teknologi Informasi (IT) untuk menciptakan ekosistem yang lebih efisien dan sejahtera. Sebagai seorang penyuluh pertanian sekaligus praktisi di bidang IT, saya sering melihat adanya "jarak" antara solusi teknis di lapangan dengan kemudahan akses data. Melalui CV Agro Mitra Tani Sejahtera (AMTS) , kami ingin menjembatani jarak tersebut. Apa yang akan Anda temukan di blog ini? Edukasi & Penyuluhan: Panduan praktis budidaya tanaman dan penanganan hama berdasarkan pengalaman lapangan. Agri-Tech Inovasi: Demo dan pemanfaatan aplikasi IT untuk membantu petani dalam manajemen lahan maupun bisnis tani. Update Sarana Produksi: Informasi produk unggulan dari Toko Pertanian AMTS untuk mendukung hasil panen maksimal. Pertanian bukan lagi sekad...

Memulai Langkah di Sugihmas: Anjangsana dan Harapan Baru di Poktan Ngudi Makmur

  Menjadi seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bukan sekadar menjalankan tugas dinas, melainkan membangun jembatan kepercayaan. Perjalanan saya di Desa Sugihmas dimulai dengan sebuah langkah sederhana namun penuh makna: Anjangsana. Menyambangi Dusun Ngulaan: Bertemu Bapak Sanggup Titik awal pengabdian saya berpusat di Dusun Ngulaan. Di sana, saya disambut oleh sosok yang luar biasa, Bapak Sanggup . Beliau bukan hanya Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Makmur , tetapi juga mengemban amanah sebagai Kepala Dusun. Pertemuan perdana kami berlangsung di kediaman beliau. Suasananya masih sangat klasik dan kental dengan nuansa kekeluargaan. Saya teringat bagaimana pengumuman pertemuan kelompok tani masih disuarakan melalui pengeras suara masjid—sebuah tradisi komunikasi warga yang efektif namun memperlihatkan tantangan besar di depan mata. Tantangan Mindset Kemandirian Petani Jujur saja, pada masa itu, konsep kemandirian masih menjadi barang mewah. Pola pikir yang terbentuk saat itu...