Hari ini, saudara-saudara kita umat Hindu sedang melaksanakan Catur Brata Penyepian dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Di tengah hiruk-pikuk diseminasi informasi digital yang setiap hari kita lakukan melalui LCS Tool maupun koordinasi, momen hening ini membawa pesan yang mendalam bagi kita semua. Di hari suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 ini, mari kita serap saripati nilainya untuk memperkokoh sinergi kita di lapangan maupun di dunia digital:
Amati Geni (Tiada Api): Kita maknai sebagai upaya memadamkan api ego sektoral dan amarah. Dalam pembangunan pertanian, kita butuh kejernihan pikiran untuk menyatukan visi antara penyuluh, petani, dan mitra swasta.
Amati Karya (Tiada Kerja): Sejenak menghentikan rutinitas teknis—mengendapkan untuk mengevaluasi sejauh mana inovasi kita telah benar-benar membantu petani. Jeda ini adalah ruang untuk menyusun strategi yang lebih inklusif.
Amati Lelungan (Tiada Bepergian): Momen untuk berdiam diri dan merefleksikan menata bahwa di mana pun kita bertugas, kita fokus membangun kekuatan membangun diri lebih baik
Amati Lelanguan (Tiada Hiburan): Mengalihkan fokus dari kesenangan pribadi menuju komitmen kolektif demi kedaulatan pangan bangsa. Ini adalah bentuk keprihatinan positif agar kita lebih peka terhadap nasib petani dan tantangan pertanian masa depan.
Pesan Toleransi dari BPP Tegalrejo
"Mari kita jadikan Catur Brata Penyepian sebagai momentum untuk melakukan restart semangat kebersamaan. Pertanian Indonesia akan maju bukan karena teknologi semata, tapi karena kuatnya toleransi dan persatuan para penggeraknya."
Selamat merayakan Hari Raya Nyepi bagi yang melaksanakan, dan selamat merenung dalam harmoni bagi seluruh pengunjung setia AMTS Hub.
