Skip to main content

Prestasi Gemilang 2008: Poktan Gemah Ripah Raih Juara 2 Lomba Kehutanan Provinsi Jawa Tengah


 Tahun 2008 tidak hanya menjadi tahun awal pengabdian saya di Kecamatan Grabag, tetapi juga menjadi tahun penuh kebanggaan. Tepat pada bulan Juni 2008, sebuah pencapaian luar biasa berhasil diukir oleh Kelompok Tani (Poktan) 'Gemah Ripah' dari Dusun Mejing, Desa Banjarsari.

Dalam ajang Lomba Kehutanan tingkat Provinsi Jawa Tengah, Poktan Gemah Ripah berhasil menyabet Juara 2. Prestasi ini menjadi buah manis dari kerja keras, kolaborasi, dan semangat gotong royong antara petani, penyuluh, dan pemerintah desa.

Sosok di Balik Layar: Kepemimpinan dan Sinergi

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting Bapak Rohmat, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Poktan Gemah Ripah sekaligus Kepala Dusun (Kadus/Bayan) Mejing. Kepemimpinan beliau yang menyatu dengan warga menjadi motor penggerak utama dalam mempersiapkan segala kriteria lomba.

Sebagai penyuluh pendamping, saya merasa sangat terbantu dengan dukungan penuh dari internal BPP Kecamatan Grabag. Di bawah komando Bapak AG Supardi, SP. selaku Koordinator BPP waktu itu, seluruh rekan-rekan penyuluh turun tangan memberikan supervisi dan teknis pendampingan yang intensif.

Dukungan Pemerintah Desa Banjarsari

Pemerintah Desa Banjarsari juga memberikan support yang luar biasa. Sinergi antara penyuluh di lapangan dengan perangkat desa memastikan bahwa Poktan Gemah Ripah siap secara administrasi maupun kondisi fisik di lapangan untuk dinilai oleh tim juri dari tingkat Provinsi.

Mengapa Prestasi Ini Penting?

  1. Bukti Kualitas Budidaya: Juara di tingkat Jawa Tengah menunjukkan bahwa pola pengelolaan kehutanan/tanaman di Dusun Mejing sudah sesuai dengan standar kelestarian dan produktivitas yang baik.

  2. Motivasi Petani: Kemenangan ini meningkatkan kepercayaan diri anggota kelompok tani untuk terus berinovasi.

  3. Rekam Jejak Digital: Bagi saya pribadi, ini adalah salah satu milestone penting dalam sejarah kerja saya yang membuktikan bahwa pendekatan yang tepat dapat menghasilkan prestasi nyata.

Popular Posts

LCS Tool Penyuluh: Otomatisasi Laporan Diseminasi Digital PPL

Tahun 2026 membawa babak baru bagi sejarah Penyuluhan Pertanian di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, sektor pertanian menjadi fokus utama, dan kami para penyuluh resmi beralih status menjadi ASN Pusat di bawah naungan langsung Kementerian Pertanian. Khususnya perubahan ini adalah tugas yang semakin padat dan dinamis. Salah satu tugas harian kami adalah melakukan penderasan informasi pertanian melalui media sosial (LCS: Like, Comment, Share ) guna memasyarakatkan pergerakan pertanian nasional. Masalah: Diseminasi Online Pertanian vs Administrasi Pelaporan Manual Secara teknis, setiap hari penyuluh harus membuka platform diseminasi, melakukan dukungan pada konten konten tertentu (BPPSDMP, Kementan, dll), mengambil bukti screenshot , dan menyusunnya ke dalam tabel laporan bulanan. Jika manual dikerjakan: Membuka banyak konten satu demi satu. Melakukan screenshot berulang kali (Like, Komen, Share). Mengelola puluhan gambar di galeri yang tercampur aduk. Menyusunnya ke d...

Sinergi Agronomi dan Teknologi: Membangun Masa Depan Pertanian di AMTS Digital Hub

  Halo sobat tani dan rekan-rekan penggiat teknologi! Selamat datang di postingan perdana AMTS Digital Hub . Melalui blog ini, saya ingin berbagi sebuah visi tentang bagaimana dunia pertanian yang konvensional bisa bersinergi dengan kemajuan Teknologi Informasi (IT) untuk menciptakan ekosistem yang lebih efisien dan sejahtera. Sebagai seorang penyuluh pertanian sekaligus praktisi di bidang IT, saya sering melihat adanya "jarak" antara solusi teknis di lapangan dengan kemudahan akses data. Melalui CV Agro Mitra Tani Sejahtera (AMTS) , kami ingin menjembatani jarak tersebut. Apa yang akan Anda temukan di blog ini? Edukasi & Penyuluhan: Panduan praktis budidaya tanaman dan penanganan hama berdasarkan pengalaman lapangan. Agri-Tech Inovasi: Demo dan pemanfaatan aplikasi IT untuk membantu petani dalam manajemen lahan maupun bisnis tani. Update Sarana Produksi: Informasi produk unggulan dari Toko Pertanian AMTS untuk mendukung hasil panen maksimal. Pertanian bukan lagi sekad...

Memulai Langkah di Sugihmas: Anjangsana dan Harapan Baru di Poktan Ngudi Makmur

  Menjadi seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bukan sekadar menjalankan tugas dinas, melainkan membangun jembatan kepercayaan. Perjalanan saya di Desa Sugihmas dimulai dengan sebuah langkah sederhana namun penuh makna: Anjangsana. Menyambangi Dusun Ngulaan: Bertemu Bapak Sanggup Titik awal pengabdian saya berpusat di Dusun Ngulaan. Di sana, saya disambut oleh sosok yang luar biasa, Bapak Sanggup . Beliau bukan hanya Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Makmur , tetapi juga mengemban amanah sebagai Kepala Dusun. Pertemuan perdana kami berlangsung di kediaman beliau. Suasananya masih sangat klasik dan kental dengan nuansa kekeluargaan. Saya teringat bagaimana pengumuman pertemuan kelompok tani masih disuarakan melalui pengeras suara masjid—sebuah tradisi komunikasi warga yang efektif namun memperlihatkan tantangan besar di depan mata. Tantangan Mindset Kemandirian Petani Jujur saja, pada masa itu, konsep kemandirian masih menjadi barang mewah. Pola pikir yang terbentuk saat itu...